Hari itu, hari Selasa dimana saya baru pulang mengajar dari
suatu tempat les bernama Kumon di bilangan Sunter, Jakarta. Biasanya saya
pulang ke tempat kostan seorang teman di Jakarta karna mengingat jam pulang
yang menunjukkan pukul 7 malam memungkinkan akan memakan banyak waktu jika saya
pulang ke rumah di Bekasi dan udah ga ada angkutan umum lagi ketika jam
menunjukkan pukul 9. Namun kali ini, karna beberapa alasan saya tidak bisa
menginap dan pulang ke rumah. Saat jam menunjukkan pukul 8, saya masih berada
di daerah Senen. Dalam keadaan yang cukup lelah berada di dalam bus tak ber-AC
yang cukup sempit membuat badan saya tambah pegal dan ga bisa rileks. Dalam
pikiran hanya terngiang-ngiang kapan saya akan segera sampai rumah. Dan sempat
saya mengeluh, mengomel dan berkeluh kesah. “oh God, ini mah cape banget,
sungguh…masa harus kaya gini terus?”
Untuk mengurangi rasa lelah saya mencoba memutar track-track
lagu di HP, namun tak ada satupun lagu yg bisa berhasil mengusir kejenuhan saya
di dalam bus hingga pukul 9 malam. Dan benar saja ketika sampai di tol Bekasi,
angkutan umum sudah tidak ada, akhirnya ojek-pun jd pilihan satu-satunya.
Sekitar pukul 10 malam saya sampai rumah. Finally!! Fiuuh..
Sesampainya di kamar saya terbaring lemas, berusaha membuat
otot-otot yang tegang plus pegal jadi rileks. Teringat harus mandi karna
debu-debu dan keringat yang menempel di badan membuat gerah dan tak nyaman.
Sesudah mandi, iseng-iseng mengeringkan rambut sambil menikmati segelas susu
coklat panas saya membuka akun sosial media “twitter”. Ketika melihat timeline,
ada post akun ECC (Elshaddai Creative Community) yg notabene adalah gereja di
Bandung yg pernah saya kunjungi dalam suatu acara retreat dan juga merupakan
suatu tempat awal pertemuan saya dengan someone special saya dahulu kala. Post
tersebut berupa video di you tube, tak berapa lama kemudian saya jd ngulik
video yg related to ECC. Dan tak sengaja saya tertarik membuka video “praise
and worship last Sunday in 2012”.
Ketika mulai mendengarkannya entah mengapa rasa cape dan
lelah saya hilang dan berubah jadi excited! dalam video itu Ps. Essly
membawakan worship yg berjudul “Selalu Menyembah-Mu” yg merupakan lagu ciptaan
istri Ps. Konghee dari City Harvest Church. Liriknya adalah sebagai berikut:
“Selalu Menyembah-Mu”
Kaulah Allahku penolong dalam kesesakan jiwaku
Kau berikan ku damai dan sejahtera
Yang kudapat di dalam dunia
Kau Allah yang setia penjaga jiwa yang ada senantiasa
Penuntun hidupku
Pelita jalanku
Kini ku hidup bagi-Mu…
Selalu menyembah-Mu
Jadikan diri-Mu tempat pertamaku
Biarpun gelombang datang dalam hidupku
Ku tahu Engkau slalu besertaku
Sampai selama-lamanya menyenangkan-Mu itulah rinduku
Jadikan ku penyembah-Mu yang setia kepada-Mu..
Tak berapa lama kemudian saat mendengarkan lagu worship tersebut
saya meneteskan air mata, dan menangis. Ini bukan air mata karena lagunya indah
ataupun musiknya sangat menyentuh. Namun, jiwa saya menangis..karna diingatkan
kembali dan ditegur akan beberapa hal, yaitu:
“Tuhan, selamanya Dia tetap Tuhan”
“Tuhan..Dialah yang selalu akan membuat kita terpesona dengan
setiap karya-Nya”
“Dalam setiap kondisi dan situasi yang terjadi, Dia baik..dan
Dia tahu yang terbaik buat kita”
Dan satu hal yang sangat membuat hati saya di tegur adalah
bahwa Tuhan bilang “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah” (Mazmur 46:11a)
Beberapa akhir ini saya terlupa bahwa pikiran dan kegiatan
yang banyak, yang membuat lelah pikiran dan fisik. Semuanya itu memang tanggung
jawab yang harus diselesaikan. Dan saya slalu mengatakan pada diri sendiri
bahwa saya akan bisa menyelesaikan dan mengerjakan semuanya. Namun semuanya itu
bukan yg terpenting. The important thing, the precious one is “Diam sejenak,
jangan terlalu tergesa-gesa dalam melakukan segalanya. Karna Tuhan ikut campur
tangan dalam semuanya itu”. Perfeksionis itu ga salah, tapi Tuhan mau saya ikut
maunya Dia. Mengapa? Karna Ia tahu perfect bagaimana yang baik buat saya.
Ketika saya merasa sudah baik dalam memplanning perfect ukuran saya, Tuhan
menegur “bukan gitu anak-Ku..percaya saja dan ikuti apa yang Aku mau yah”
Dan saat mau ikut aturan mainnya Tuhan, tentu saya harus
lebih banyak berkomunikasi dengan-Nya. Lebih sering menyembah dan mengikat
pertalian batin, karna saat dekat dengan-Nya maka kita tahu akan “Maunya Tuhan
dan isi hati-Nya”
Namun, saat dekat dengan Dia, kita ga bisa dekat jika kita
belum menghapuskan segala sesuatu yang kotor dalam hati kita seperti kepahitan,
hati yang ga mau diajar, kekecewaan dan lain sebagainya. Karna Tuhan itu kudus.
So, mengingat kejadian apa yang menimpa saya beberapa minggu yg lalu. Sempat
terlontar “Masa Tuhan ga jagain saya?” kata-kata seperti itu terlontar karna
entah mengapa janji yg Tuhan kasih selama saya doakan dan minta dari sudah lama
sekali , tp tak berapa lama diambil. Dan juga mengalami kembali kekecewaan
dikhianati oleh orang terdekat yang dikasihi.
Saya ga ngerti mengapa semua ini terjadi berkelanjutan dari
tahun lalu. Perasaan dikecewakan dan dikhianati adalah satu masalah yg belom
saya selesaikan dengan tuntas sejak masa kecil saya. Ibarat luka yg
ditutup-tutupi dengan obat, namun terbuka kembali, karna belom sembuh benar.
Namun Tuhan mau membuktikan bahwa Dia sanggup menyembuhkannya. Dan hanya Ia
yang sanggup. Maka Ia membawa saya di titik..di level..dimana saya merasa sangat
jatuh, saya ga kuat untuk berdiri, tapi disitu ada tangan-Nya yang terulur.
Tuhan mau saya berserah penuh, ga tergantung sm apapun. Karna begitu sayangnya
Bapa sama kita, Ia rela kita dipahat dan dibentuk..Ia rela melihat anak-anaknya
menangis dan terluka, karna semuanya mendatangkan kebaikan. Saat hati kita mau
diajar..kita mau taat..kita mau berserah..kita akan naik level.
Dan saat itu Tuhan tersenyum sambil berkata“Good job!”
Dan satu hal, yang terpenting..dan yang terindah adalah bukan bagaimana ketika Tuhan menjawab doa kita ataupun segala mimpi kita digenapi Tuhan..bukan juga bagaimana janji-janji Tuhan digenapi..
Tapi hal yang terindah itu saat kita menyembah Dia, dekat dengan-Nya, dan Ia menyatakan isi hati-Nya sm kita. Dan kita tetap jadi penyembah-Nya yang setia. Itu ga akan bisa digantikan dengan apapun.
Thanks Lord, worshiping you is the most precious thing for me..
LieYa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar