Rabu, 06 Maret 2013

Selamanya Dia tetap Tuhan

Hari itu, hari Selasa dimana saya baru pulang mengajar dari suatu tempat les bernama Kumon di bilangan Sunter, Jakarta. Biasanya saya pulang ke tempat kostan seorang teman di Jakarta karna mengingat jam pulang yang menunjukkan pukul 7 malam memungkinkan akan memakan banyak waktu jika saya pulang ke rumah di Bekasi dan udah ga ada angkutan umum lagi ketika jam menunjukkan pukul 9. Namun kali ini, karna beberapa alasan saya tidak bisa menginap dan pulang ke rumah. Saat jam menunjukkan pukul 8, saya masih berada di daerah Senen. Dalam keadaan yang cukup lelah berada di dalam bus tak ber-AC yang cukup sempit membuat badan saya tambah pegal dan ga bisa rileks. Dalam pikiran hanya terngiang-ngiang kapan saya akan segera sampai rumah. Dan sempat saya mengeluh, mengomel dan berkeluh kesah. “oh God, ini mah cape banget, sungguh…masa harus kaya gini terus?”

Untuk mengurangi rasa lelah saya mencoba memutar track-track lagu di HP, namun tak ada satupun lagu yg bisa berhasil mengusir kejenuhan saya di dalam bus hingga pukul 9 malam. Dan benar saja ketika sampai di tol Bekasi, angkutan umum sudah tidak ada, akhirnya ojek-pun jd pilihan satu-satunya. Sekitar pukul 10 malam saya sampai rumah. Finally!! Fiuuh..

Sesampainya di kamar saya terbaring lemas, berusaha membuat otot-otot yang tegang plus pegal jadi rileks. Teringat harus mandi karna debu-debu dan keringat yang menempel di badan membuat gerah dan tak nyaman. Sesudah mandi, iseng-iseng mengeringkan rambut sambil menikmati segelas susu coklat panas saya membuka akun sosial media “twitter”. Ketika melihat timeline, ada post akun ECC (Elshaddai Creative Community) yg notabene adalah gereja di Bandung yg pernah saya kunjungi dalam suatu acara retreat dan juga merupakan suatu tempat awal pertemuan saya dengan someone special saya dahulu kala. Post tersebut berupa video di you tube, tak berapa lama kemudian saya jd ngulik video yg related to ECC. Dan tak sengaja saya tertarik membuka video “praise and worship last Sunday in 2012”.

Ketika mulai mendengarkannya entah mengapa rasa cape dan lelah saya hilang dan berubah jadi excited! dalam video itu Ps. Essly membawakan worship yg berjudul “Selalu Menyembah-Mu” yg merupakan lagu ciptaan istri Ps. Konghee dari City Harvest Church. Liriknya adalah sebagai berikut:

“Selalu Menyembah-Mu”
Kaulah Allahku penolong dalam kesesakan jiwaku
Kau berikan ku damai dan sejahtera
Yang kudapat di dalam dunia
Kau Allah yang setia penjaga jiwa yang ada senantiasa
Penuntun hidupku
Pelita jalanku
Kini ku hidup bagi-Mu…
Selalu menyembah-Mu
Jadikan diri-Mu tempat pertamaku
Biarpun gelombang datang dalam hidupku
Ku tahu Engkau slalu besertaku
Sampai selama-lamanya menyenangkan-Mu itulah rinduku
Jadikan ku penyembah-Mu yang setia kepada-Mu..

Tak berapa lama kemudian saat mendengarkan lagu worship tersebut saya meneteskan air mata, dan menangis. Ini bukan air mata karena lagunya indah ataupun musiknya sangat menyentuh. Namun, jiwa saya menangis..karna diingatkan kembali dan ditegur akan beberapa hal, yaitu: 

“Tuhan, selamanya Dia tetap Tuhan” 

“Tuhan..Dialah yang selalu akan membuat kita terpesona dengan setiap karya-Nya”

“Dalam setiap kondisi dan situasi yang terjadi, Dia baik..dan Dia tahu yang terbaik buat kita”

Dan satu hal yang sangat membuat hati saya di tegur adalah bahwa Tuhan bilang “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah” (Mazmur 46:11a)

Beberapa akhir ini saya terlupa bahwa pikiran dan kegiatan yang banyak, yang membuat lelah pikiran dan fisik. Semuanya itu memang tanggung jawab yang harus diselesaikan. Dan saya slalu mengatakan pada diri sendiri bahwa saya akan bisa menyelesaikan dan mengerjakan semuanya. Namun semuanya itu bukan yg terpenting. The important thing, the precious one is “Diam sejenak, jangan terlalu tergesa-gesa dalam melakukan segalanya. Karna Tuhan ikut campur tangan dalam semuanya itu”. Perfeksionis itu ga salah, tapi Tuhan mau saya ikut maunya Dia. Mengapa? Karna Ia tahu perfect bagaimana yang baik buat saya. Ketika saya merasa sudah baik dalam memplanning perfect ukuran saya, Tuhan menegur “bukan gitu anak-Ku..percaya saja dan ikuti apa yang Aku mau yah”

Dan saat mau ikut aturan mainnya Tuhan, tentu saya harus lebih banyak berkomunikasi dengan-Nya. Lebih sering menyembah dan mengikat pertalian batin, karna saat dekat dengan-Nya maka kita tahu akan “Maunya Tuhan dan isi hati-Nya” 

Namun, saat dekat dengan Dia, kita ga bisa dekat jika kita belum menghapuskan segala sesuatu yang kotor dalam hati kita seperti kepahitan, hati yang ga mau diajar, kekecewaan dan lain sebagainya. Karna Tuhan itu kudus. So, mengingat kejadian apa yang menimpa saya beberapa minggu yg lalu. Sempat terlontar “Masa Tuhan ga jagain saya?” kata-kata seperti itu terlontar karna entah mengapa janji yg Tuhan kasih selama saya doakan dan minta dari sudah lama sekali , tp tak berapa lama diambil. Dan juga mengalami kembali kekecewaan dikhianati oleh orang terdekat yang dikasihi. 

Saya ga ngerti mengapa semua ini terjadi berkelanjutan dari tahun lalu. Perasaan dikecewakan dan dikhianati adalah satu masalah yg belom saya selesaikan dengan tuntas sejak masa kecil saya. Ibarat luka yg ditutup-tutupi dengan obat, namun terbuka kembali, karna belom sembuh benar. Namun Tuhan mau membuktikan bahwa Dia sanggup menyembuhkannya. Dan hanya Ia yang sanggup. Maka Ia membawa saya di titik..di level..dimana saya merasa sangat jatuh, saya ga kuat untuk berdiri, tapi disitu ada tangan-Nya yang terulur. 

Tuhan mau saya berserah penuh, ga tergantung sm apapun. Karna begitu sayangnya Bapa sama kita, Ia rela kita dipahat dan dibentuk..Ia rela melihat anak-anaknya menangis dan terluka, karna semuanya mendatangkan kebaikan. Saat hati kita mau diajar..kita mau taat..kita mau berserah..kita akan naik level. 

Dan saat itu Tuhan tersenyum sambil berkata“Good job!” 

Dan satu hal, yang terpenting..dan yang terindah adalah bukan bagaimana ketika Tuhan menjawab doa kita ataupun segala mimpi kita digenapi Tuhan..bukan juga bagaimana janji-janji Tuhan digenapi..
Tapi hal yang terindah itu saat kita menyembah Dia, dekat dengan-Nya, dan Ia menyatakan isi hati-Nya sm kita. Dan kita tetap jadi penyembah-Nya yang setia. Itu ga akan bisa digantikan dengan apapun. 

Thanks Lord, worshiping you is the most precious thing for me..

LieYa



Tidak ada komentar:

Posting Komentar